Gunung Prau Spot Sunrise Terbaik di Asia Tenggara – berada di kawasan dataran tinggi Dieng kab. Wonosobo, jawa tengah, Indonesia. Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 Mdpl, Gunung Prau memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan gunung yang ada di jawa tengah dan DIY lainnya, daya tarik itu sendiri antara lain:

  1. Di Puncak Gunung Prahu kita bisa melihat gunung kembar (Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro), Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan lembah lembah yang ada disekitar gunung Prahu.
  2. Kita bisa melihat salah satu Sunrise terbaik di Jawa Tengah bahkan se Asia Tenggara.
  3. Jika beruntung saat cuaca mendukung, kita bisa melihat sebutan Negri di atas awan
  4. Di perjalanan turun, kita bisa melihat telogo warna.
  5. Taman Bunga Daisy
  6. Dan masih banyak lainnya.

Tapi untuk bisa menikmati dan merasakan keindahan yang di suguhkan oleh Gunung Prahu ini, kita harus berjuang terlebih dahulu, Gunung Prahu ini sendiri memiliki 3 camp pendakian atau 3 jalur pendakian, diantaranya adalah,

Pengalaman Pribadi Mendaki Gunung Prau :

Saya berserta rombongan saya berempat yang terdiri dari saya sendiri, pacar, 1 teman(perempuan), dan 1 teman(laki-laki) ingin liburan ke Kawasan Dieng termasuk Gunung Prahu karena penat dirumah. kami sendiri berangkat dengan menggunakan kendaraan bermotor dari Semarang, Jawa Tengah. Sebelum masuk kawasan dieng, kami menyempatkan mampir ke alun-alun Wonosobo, sekedar menyeruput hangatnya wedang ronde di dinginnya malam Kab.Wonosobo.

Kami menggunakan jalur Patak Banteng, yang berada di Desa Patak Banteng – Kejajar – Wonosobo, (untuk denah Camp ini lihat dibawah), Sebetulnya da total 4 jalur pendakian Gunung Prahu yang ada di Dieng, kami memilih pendakian lewat camp Patak Banteng karena rekomendasian dari teman dan memang yang jalurnya lebih cepat dibandingkan jalur lain, tapi jalur pendakian juga semakin sulit dan sedikit ektrem, karena kemiringannya bisa mencapai 40 derajat. Disini kita melakukan pendataan pendaki, dan melakukan pembayaran biaya masuk Gunung Prahu, kemudian kita akan dikasih karcis atau tiket, seimpan baik baik tiket tersebut, karena akan ada pengecekan tiket masuk di POS 1 (SIKUT DEWO).

Sabtu malam pukul 23.10 WIB Lanjut, Selain perjuangan menaklukan jalur gunung prahu, kita juga harus mewaspadai cuaca, selalu perhatikan cuaca ketika mau berpetualangan ke gunung, tidak lain halnya Gunung Prahu ini, sialnya ketika saya berserta rombongan saya melakukan pendakian ke Gunung Prahu, saya tidak memperhatikan cuaca saat itu, pada saat itu saya melakukan pendakian saat musim kemarau, disaat musim kemarau diatas angin jauh lebih kencang. sialnya lagi saya mendaki saat setelah, Gunung Prahu tersebut habis selesai digunakan untuk upacara 17 agustusan (2015) yang pendakinya mencapai puluhan ribu pendaki(10.000+) “Sumber : Pemandu”, jadinya saya saat mendaki selain mengalami kesulitan mengatasi tracknya yang miring dan rusak, juga ditambah kesulitan lagi, karena cuaca + kontur tanah yang kering gersang, alhasil debu debu pada berterbangan.

Apalagi saat itu barang bawaan saya banyaknya minta ampun, tangan kanan membawa kresek yang berisi makanan jajanan yang beratnya kurang lebih 1kg, tangan kiri membawa tenda, Membawa Tas Ransel yang beratnya lebih dari 1kg, belum juga 2 sleeping bag (SB) milik saya dan pacar saya, yang saya ikatkan keduanya dan saya ikatkan ke tas ransel saya. Saya sarankan ketika kita mau mendaki jangan terlalu bawa barang berlebihan. Tapi tenang jika kalian yang tidak mau susah payah mendaki membawa barang bawaan seperti (Tas Carier, SB, Makanan, maupun Tenda) disini, ketika kita dicamp banyak jasa Pemandu sekaligus Porter yang siap membantu kita untuk mendaki Gunung Prahu (Selain barang bawaan kita bisa dibawakan oleh Pemandu dengan beban maksimal 15Kg per orang, pemandu disini juga siap membantu kita ketika kita nanti di perjalanan mengalami kesulitan melewati jalur tersebut, pemandu disini sekali melakukan pendakian (Naik + Turun) bisa membawa barang yang beratnya mencapai 15kg. Untuk tarif pemandu bisa dilihat dibawah (Notulen).

Perjuangan saya beserta rombongan saya cukup berat, karena kami berempat semuanya perdana melakukan pendakian gunung, termasuk saya yang mengajak mereka malah belum pernah mendaki sama sekali, hahaha..

Pendakian dimulai dari camp, jalur masih bagus (beton, dan batuan dengan semen) ya mungkin karena kami masih berada didaerah permungkiman warga, kami mengira jalur nya sangat bagus, ternyata jalur yang sesungguh nya baru dimulai ketika sudah melewati POS 1 (SIKUT DEWO), disini kita akan ada pengecekan kembali tiket masuk yang kita beli dicamp tadi, setelah itu lanjut perjalanan, seperti yang saya ceritakan diatas kontur tanah yang kering gersang membuat debu debu berterbangan, untungnya kami semua membawa masker maupun slayer, kami sangat bersemangat sekali mendaki, untuk bisa melihat Sunrise Terbaik, dan Negri di Atas Awan. Jangan takut untuk yang membawa bekal makanan sedikit, karena disepanjang jalur pendakian banyak warung warung yang menjual makanan dan minuman.

IMG_20141011_124715
Jalur Pendakian Di Siang Hari, Saya tidak bisa memotret karena kondisi yang tidak memungkinkan, apalagi di Malam hari (Sumber : Google Images)
14854962214_f6d6564126_b
Sumber : Google Images
IMG-20150729-02939
Sumber : Google Images

Lanjut, tenaga kami cukup terkuras, kami sering sekali berhenti beristirahat, bahkan kami sempat mau turun kembali, tapi saya iseng iseng lihat lihat sekitar pakai senter, eh tidak taunya ada plang dipohon bertuliskan POS 2 (CANGGAL WALANGAN), huhhh ada angin segar broo, dan kami batalkan niat kami untuk turun.

Dan sesampainya kami di POS 3 (CACINGAN) Kami sempat mau menyerah dan berhenti kembali untuk tidak melanjutkan pendakian lagi, alias berhenti dan mendirikan tenda di area tersebut untuk istirahat dan tidur atau POS 3 (CACINGAN). Ada sedikit perasaan ingin menyerah tapi juga ada perasaan eman – eman, karena tinggal sedikit lagi, tapi Karena teman saya yang perempuan mengalami kedinginan dan sangat capek ya kami terpaksa berhenti dan menyerah. dan sialnya kami hanya membawa penerangan 1 senter, alhasil penerangan untuk mendirikan tenda sangat tidak memadai, sehingga kami tidak bisa mendirikan tenda, beberapa kali kami sangat beruntung karena kami selalu mendapatkan keajaiban, disini kami bertemu rombongan pendaki dari bekasi yang terdiri dari 2 laki-laki, 2 perempuan dan 1 orang pemandu mereka, yang memberikan saran kepada kami untuk melanjutkan perjalanan, jika berhenti malah makin kedinginan “ucap pemandu”, oke kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali, kami menawarkan mereka sesampainya dipuncak bergabung dengan tenda kami, karena mereka tidak membawa tenda, kebetulan kami membawa 2 tenda dengan kapasitas masing masing adalah 5 orang, ternyata mereka sudah 2 kali ini mendaki gunung prahu, itupun mereka mendaki yang pertama adalah kemarin. kami saling membantu satu sama lain. Saat kami kelelahan pemandu berkata “Nah itu puncaknya, ayo tinggal sedikit lagi” kami semakin semangat.

Baca juga : Gunung Bromo

Waktu menunjukan pukul 03.40 WIB alhasil kami bisa sampai di POS4 (puncak) Gunung Prau, penderitaan rombongan saya belum berakhir, dipuncak ternyata sudah banyak pendaki yang mendirikan tenda, kami kesulitan mencari tempat untuk mendirikan tenda, ya mungkin karena kami kesini pas malam minggu (sabtu ke minggu) ditambah lagi debu-debu berterbangan + anginnya kencang banget bro. ketika saya dan teman saya menunggu tenda didirikan, teman saya (perempuan) tangannya kaku, dan hampir tidak bisa digerakkan, alhasil pacar saya, saya suruh berpelukan dengan teman saya tersebut. Dan alhamdulillah tenda sudah jadi, lalu kami segera masuk untuk menghangatkan badan. Dan saat saya sedikit tertidur, pemandu tadi mengasih kode kami, untuk bersiap siap, karena sunrisenya sudah kelihatan merah. Dan kami bergegas mencari view terbaik untuk melihat sunrise tersebut. subhanallah, sungguh indahnya ciptaan tuhan. Bersyukur bro, bisa melihat Sunrise terbaik di Asia Tenggara, Gunung Kembar, Gunung Merapi, juga Negri diatas awan.

DSC_0117
Gersang, Kering, Jadinya pasir pada berterbangan ditambah angin kencang
DSC_0053
Gagal fokus, gara-gara pasir pada berterbangangan

Gallery Golden Sunrise Gunung Prau :

DSC_0155

DSC_0143

Baca juga : Fakta dan Mitos Gunung Andong

Gallery Puncak Gunung Prau:

DSC_0172

Saat turun, ditengah perjalanan kami harus berpisah dengan rombongan dari bekasi, dikarenakan mereka sudah memesan tiket pesawat, takutnya ketinggalan pesawat, karena rombongan saya saat itu sedang beristirahat, dan saya tidak menyangka jalur yang tadi malam kami lewati ternyata sungguh indah, dari sini kita bisa melihat Telogo Warna, dan juga lembah lembah disekitar Gunung Prahu, keren bro.. tapi ada juga kejadian yang tidak mengenakan, ada pendaki yang terpleset, hati hati ya bro.. untung tidak apa apa..

DSC_0249

Sampainya dibawah kami lalu laporan ke camp bahwa kami ber empat tadi sudah turun, istilahnya Check Out.. lelah + kotor bro… tapi tidak apa apa lah, ini juga pengalaman yang indah buat kami berempat, ngomongin kotor, di sekitar camp banyak warga yang menyediakan layanan kamar mandi dengan air panas, air dingin dan juga buat buang air besar tentunya. Jadi jangan khawatir buat kalian yang tadinya ngempet pup diatas atau pun pengen mandi. Untuk biaya sangat terjangkau cek di bawah ya..(Notulen). Karena lelah, agenda kami yang ingin mengunjungi telogo warna, dan kawasan wisata wisata di dieng lainnya, kami batalkan, dan memutuskan untuk pulang.

Baca juga : Fakta dan Mitos Gunung Andong

Pemandangan Gunung Prau Yang Lain :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Catatan Mengenai Gunung Prau :

Nama                      : Gunung Prau

Ketinggian            : 2565 Mdpl

Lokasi                     : Kawasan dataran tinggi dieng Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.

Tipe Gunung         : Gunung Kecil, Tidak Aktif

Jalur Pendakian   : Patak Banteng – Kejajar – Wonosobo

Waktu tempuh     : *Kurang lebih 4 Jam, 23.10 WIB – 03.40 WIB

*Ket                         : Waktu tersebut termasuk Tanya tanya Jalur pendakian, dan istirahat.

Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mendaki Gunung Prau

1. Perhatikan Cuaca

Jika mau mendaki, Perhatikan Cuaca daerah tersebut, coba cari infomasi terlebih dahulu melalui google, melalui media sosial, atau buka situs bmkg indonesia, jika cuaca pada hari H yang kamu agendakan sedang tidak mendukung, maka jangan dipaksakan.

2. Persiapkan Matang – Matang

Persiapkan diri kamu, baik dari kesehatanmu, mental kamu, maupun logistik kamu yang terdiri dari (Bekal Makanan, Tenda, Sleeping Bag), untuk logistik kamu harus terlebih dahulu memperhatikan point nomor 1 diatas, jika pada hari H yang kamu agendakan cuaca mendukung, baru kamu menyiapkan logistik tersebut.

3. Jangan membawa barang terlalu banyak, bawa secukupnya saja

4. Berdoa sesuai keyakinanmu.

5. Jika berasal dari luar daerah, naik kendaraan bermotor dan tidak mau menggotong gotong logistik perlengkapan, maka jangan khawatir, di sekitar camp banyak outlet yang menyewakan perlengkapan, seperti : Sleeping Bag (SB), tenda, jaket, dsb. Harganya pun cukup terjangkau.

6. Bawa Senter atau lampu penerangan lainnya

Karena jika kamu ingin melihat sunrise dan negri diatas awan pastinya akan memulai pendakian dimalam hari, jadi penerangan sangat minim sekali, sehingga kamu butuh penerangan yang cukup (senter)

7. Siapkan Slayer, Masker atau Bandana Multifungsi

Untuk jaga jaga, Fungsi benda tersebut sendiri antara lain untuk melindungi jalur pernafasanmu, supaya tidak terganggu oleh debu debu yang berterbangan nanti.

8. Gunakan Sepatu, Sarung tangan

9. Bawa Kacamata

Selain untuk gaya gayaan, kacamata ini juga untuk melindungi mata kita dari debu.

10. Karcis atau Tiket masuk Gunung Prau yang dibeli dari camp disimpen baik baik ya, itu buat pengecekan kembali di POS 1, dan juga ada asuransinya.

11. Jika ingin mendaki dengan pendaki yang tidak terlalu ramai maka hindari hari Sabtu – Minggu atau Hari libur lainnya.

12. Membawa minuman Jahe hangat, jauh lebih bagus Susu Jahe, karena di atas angin sangat kencang, dan dingin, dan minuman itu maskipun diatas sudah tidak lagi hangat, tapi akan memberikan rasa hangat didalam badan, karena ada kandungan jahe tersebut, dan susu bisa mengembalikan gairah staminamu.

13. Pliss banget ! Jangan tinggalkan sampahmu di sembarang tempat, nanti ada tempat sendiri untuk pembuangan sampah.

14. Jangan Bersifat Individual

Ajaklah temanmu, atau jangan sungkan berkomunikasi dengan pendaki lain, ketika berpapasan saat pendakian, kemungkinan yang masih lajang, atau belum menikah, dapat jodoh disini. Haha

15. Ketika turun, hati hati karena jalur cukup terjal dan licin, jangan sungkan untuk minta pertolongan kepada pendaki lain.

16. Jangan Menyalakan Api Unggun

17. Jangan Lupa matikan api bekas masak masakanmu.

Tarif Masuk Gunung Prau :

  1. Biaya Masuk Pendakian : 10.000/orang (Termasuk Peta & Asuransi)
  2. Biaya Pemandu : Rp 100.000/Orang (Maksimal Beban 15Kg)
  3. Biaya Parkir : Motor Rp 5.000/Malam, Mobil Rp 10.000/Malam (Per Unit)
  4. Biaya Mandi : Rp 5.000 (Air Hangat), Rp 3.000 (Air Dingin)

Semua Tarif di atas per 5 September 2015

Sekian Pengalaman Saya mendaki Gunung Prau, Semoga bermanfaat.

Mari kita jaga alam kita yang indah ini, jangan di rusak.

Coming Soon : Petualangan Kami selanjutnya di Gunung Andong, Magelang, Jawa Tengah

Salam Lestari,

BadrulMozila

Advertisements
Iklan

18 comments

  1. Ping-balik: Gunung Bromo (2.392 Mdpl) – Badrul Muhammad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.