menjadi jogja menjadi indonesia badrulmozila

Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.pngMenjadi Jogja Menjadi Indonesia – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia Jogja merupakan wilayah tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia. Daerah setingkat provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC, Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang). Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah penjajahan tentunya. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara.

Pandangan Saya Pribadi Mengenai Jogja

Peta D.I YogyakartaBagi saya sebagai seorang mahasiswa sekaligus pecinta dunia wisata, Jogja merupakan sebuah surga kecil dari bagian surga wisata alam dengan perpaduan sejarah dan budaya yang masih tersisa di Indonesia. Siapa yang tidak mengetahui wisata-wisata yang berada di Jogja dengan luas 3.185,80 km2? Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tempat wisata Jogja seperti Jalan Malioboro sudah tidak asing lagi ditelinga, belum lagi sampai saat ini dunia pariwisata Jogja berkembang pesat, dengan adanya tempat-tempat wisata yang baru. Kini Jogja tidak hanya memiliki tempat wisata sejarah, namun juga tempat wisata alam yang begitu indah yang dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk dijadikan tempat wisata yang bisa mendatangkan wisatawan, tidak hanya wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara yang bisa turut membantu pemerintah pusat dalam mempromosikan Indonesia ke kancah Internasional dan tentunya bisa mendapatkan pemasukan untuk Indonesia.

Berikut adalah Tempat Wisata di Jogja Yang Pernah Saya Kunjungi :hutan pinus jogja badrulmozila

Hutan Pinus Asri terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Tempat wisata yang satu ini sangat terkenal dikalangan para pecinta piknik atau anak muda yang suka dan berburu foto-foto untuk dipajang di sosial medianya. Saya sendiri pun baru bisa merasakan keindahan Hutan Pinus Asri Mangunan di tahun 2016 kemarin. Seperti julukannya “Hutan Pinus”, tempat wisata yang satu ini menyuguhkan pohon pinus yang saling berjejer rapi, yang membedakan Hutan Pinus Asri Mangunan dengan Hutan Pinus lainnya adalah keistimewaannya yang memiliki spot-spot foto yang sangat menarik dan kekinian yang mampu mendatangkan wisatawan yang banyak baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.

Fasilitas di Hutan Pinus Asri Mangunan sangat memadai, seperti toilet dan juga fasilitas untuk beribadah pun tersedia dengan air wudlu yang bersih. Bagi anda yang ingin menikmati suasana ketenangan, Hutan Pinus Asri cocok sekali buat anda yang ingin merasakan ketenangan di tengah alam yang begitu indah. Soal tarif pun sangat terjangkau.kebun buah mangunan jogja badrulmozila

Tempat wisata di Jogja yang selanjutnya masih dalam daerah yang sama, yaitu Desa Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul. Kebun Buah Mangunan, apa spesialnya dari kebun buah yang satu ini?

Tahukah anda? Kebun Buah Mangunan memiliki puncak gardu pandang, yang menyuguhkan pemandangan Pegunungan Sewu dengan sungainya yang eksotis, belum lagi jika anda beruntung, anda akan melihat awan-awan yang menyelimuti Pegunungan Sewu, berasa di “Negeri di Atas Awan”.

Kebun Buah Mangunan dibangun oleh Pemerintah Bantul pada Tahun 2003 diatas tanah seluas 23,3415 Hektar pada ketinggian 150-200m diatas permukaan laut.wisata alam kalibiru jogja badrulmozila

Wisata Alam Kalibiru berjarak sekitar 37 – 40 km dari pusat Kota Jogja, Wisata Alam Kalibiru ini memiliki daya tarik tersendiri di bandingkan wisata di daerah lainnya. Yakni spot untuk menikmati keindahan Waduk Sermo dari ketinggian 450 mdpl. Berbeda dengan tempat wisata yang sebelumnya, Wisata Alam Kalibiru ini menyuguhkan keindahan Waduk Sermo, dengan spot foto yang kekinian bagi anak muda sekarang ini.

Itulah ketiga tempat wisata di Jogja yang sangat booming yang pernah saya datangi secara langsung, sebetulnya masih banyak tempat wisata di Jogja yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu didalam satu artikel ini. Ya inilah jogja, surga wisata bagi anak muda sekarang ini, tempat wisata yang kekinian yang dijadikan spot berfoto dan ber-ekspresi.

Keistimewaan Jogja tidak hanya dilihat dari banyaknya tempat wisata yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, namun karena budaya yang masih kental dan masih terjaga tradisinya, sejarah, serta tak kalah pentingnya Jogja itu salah satu surga kuliner di Indonesia seperti Gudeg, Bakpia, Geplak, dan masih banyak yang lainnya. Hal tersebut tentu saja mampu mendatangkan wisatawan Internasional ke Jogja, dan tentu saja pendapatan negara Indonesia akan bertambah di sektor pariwisata.kuliner khas jogja badrulmozilaadat dan budaya jogja badrulmozila

Harapan Saya Untuk Jogja

Jogja adalah Jogja, Jogja bagi saya itu sangat Istimewa, tetaplah menjadi Jogja seperti yang sekarang ini, Jogja yang Istimewa untuk Bangsa Indonesia. Semoga alam, budaya, dan sejarah Jogja tidak akan rusak atau punah, meskipun digerus zaman modern Tetaplah berdiri bersama Indonesia seperti karang yang melindungi pesisir pantai dari ganasnya ombak. Dan semoga suatu saat saya masih bisa mengunjungi Jogja kembali dengan membawa keluarga baik anak bahkan mungkin cucu dan berharap masih bisa melihat ke-Istimewaan Jogja baik wisata, budaya, sejarah, dan kulinernya.

menjadi jogja menjadi indonesia badrulmozila

Memang saya bukan masyarakat asli Jogja, tapi saya menyukai Jogja, alamnya, budayanya, sejarahnya. Untuk menjadi Jogja, kita tidak perlu menjadi masyarakat Jogja dan tinggal di Jogja, tapi untuk menjadi Jogja, kita cukup ikut melestarikan Jogja, baik itu budayanya, sejarahnya, maupun alamnya. Karena Keistimewaan Jogja untuk Indonesia. Menjadi Jogja Menjadi Indonesia

“Sudah semestinya keistimewaan Jogja adalah untuk Indonesia, Bahwa Menjadi Jogja adalah Menjadi IndonesiaSri Sultan Hamengkubuwono X

  • Referensi Materi : Wikipedia
  • Sumber Photo Sri Sultan Hamengkubuwono X : tempo.co

 

Baca juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s