Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keistimewaan

Tata Cara Sholat Dhuha Serta KeistimewaannyaAssalammualaikum bro-sis, pada kesempatan kali ini Badrul Mozila ingin berbagi informasi sesuatu yang berbeda. Sesuai dengan judul artikel, kali ini kita akan mengulas mengenai Tata Sholat Dhuha Serta Keistimewaan Sholat Dhuha yang mungkin belum bro-sis ketahui sebelumnya. Ya langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Apa itu Sholat Dhuha?

Mungkin sebagian dari bro-sis ada yang belum mengetahui apa itu sholat dhuha. Untuk itu biar saya jelaskan singkat mengenai sholat dhuha. Tahukah kamu bro-sis? Sholat Dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan di waktu dhuha. Jumlah rakaat sholat dhuha sendiri dilakukan dalam 2 rakaat sekali salam. Sholat sunah ini bisa bro-sis lakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Dalam doa sholat dhuha saja tidak berisi mengenai hajat duniawi saja, melainkan juga hajat untuk kebaikan akhirat. Tak heran bila mengerjakan sholat dhuha itu memiliki keistimewaan. Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Sahabat Anas ra:

Hadist Sholat Dhuha Oleh Sahabat Anas ra

Yang artinya: “Barang siapa yang sholat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana surga”.

Dan bagi yang konsisten menjalankannya akan disediakan pintu sendiri untuk memasuki surga, pintu tersebut disebut dengan Pintu Dhuha. Sebagaimana dalam wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Sayidina Ali yang disebutkan dalam kitab Washiyatul Musthofa:

Wahai Ali, “Dirikanlah sholat dhuha, baik dalam keadaan berpergian maupun di rumah. Sesungguhnya ketika hari kiamat tiba, maka ada suara yang memanggil dari atas surga. Dimanakah orang-orang yang telah mengerjakan sholat dhuha?. Masuklah dari Pintu Dhuha dengan rasa aman dan sentosa. Dan Allah tidaklah mengutus seorang nabi, melainkan Ia memerintahkannya untuk mengerjakan sholat dhuha.

Kapan Waktu Sholat Dhuha?

Kapan kita bisa melakukan sholat dhuha? jadi disini kita dapat menentukan waktu sholat dhuha dari hadist berikut.

‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Waktu Terbaik Untuk Sholat Dhuha

Kerjakan sholat shubuh kemudian tinggalkan sholat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit diantar dua tanduk setan. Saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim No. 832)

Sedangkan waktu utama dalam mengerjakan sholat dhuha adalah di akhir waktu. Yakni dimana keadaan yang semakin panas. Berikut dalilnya:

Waktu Terbaik Untuk Sholat Dhuha 2

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan sholat dhuha, lantas ia berkata,

Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakaan saat ini, ada yang lebih utama. Rasullullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘(waktu terbaik)’ sholat awwabin (Sholat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim No. 748)

Cara Mudah Menentukan Batas Waktu Sholat Dhuha

Jadi waktu yang baik untuk melakukan sholat adalah sejak matahari naik hingga condong ke barat. Kalau di Indonesia, itu artinya waktu sholat dhuha bisa dilakukan ketika setelah 15 menit matahari terbit dan 15 menit sebelum masuk Sholat Dhuhur.

Atau lebih tepatnya pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB, namun lebih baiknya bila dikerjakan pada pukul 08.00 WIB – 10.00 WIB.

Urutan Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk tata cara sholat dhuha sendiri tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah atau sholat wajib lainnya. Berikut ini adalah Tata Cara Sholat Dhuha yang benar.

  1. Niat Sholat Dhuha
  2. Takbiratul Ikram (alangkah lebih lagi bila diikuti dengan doa Iftitah)
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca Surat atau Ayat Al-Qur’an (disarankan membaca Surat Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan Surat Asy-Syams pada rakaat kedua)
  5. Ruku’
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Duduk Diantara Dua Sujud
  9. Sujud Kedua
  10. Berdiri kembali melanjutkan rakaat kedua
  11. Al-Fatihah
  12. Membaca Surat atau Ayat Al-Qur’an (lebih disarankan pada rakaat kedua membaca surat Asy-Syams)
  13. Ruku’
  14. I’tidal
  15. Sujud
  16. Duduk Diantara Dua Sujud
  17. Sujud Kedua
  18. Tahiyat Akhir
  19. Salam
  20. Membaca Doa Sholat Dhuha

Mungkin bro-sis ada yang belum tahu pada bagian-bagian tertentu, untuk itu berikut ada penjelasan lebihnya.

Niat Sholat Dhuha

Adapun niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

Tata Cara Sholat Dhuha (Niat Sholat Dhuha)
Niat Sholat Dhuha

Terjemahan latin: “Ushollii sunnataddhukha rok’ataini lillahi ta’alaa“. Yang artinya: “Aku biat sholat sunnah dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala”.

Seperti pada penjelasan saya sebelumnya mengenai Urutan Tata Cara Sholat Dhuha yang benar, niat sholat dhuha dilakukan sebelum takbirotul ihram. Dan yang paling penting lagi melakukan niat dalam hati saat mengangkat tangan takbirotul ihram.

Surat Yang Disarankan Dalam Melakukan Sholat Dhuha

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, dalam melakukan tata cara sholat dhuha tentunya kita akan membaca surat atau ayat Al-Qur’an. Nah pada penjelasan saya sebelumnya di bagian Tata Cara Sholat Dhuha dengan baik, memang ada 2 rekomendasi surat yang baik dibaca ketika sholat dhuha.

Tepi memang kembali lagi kepada diri kita sebagai makhluk yang akan mengerjakan ibadah tersebut. Surat tersebut adalah Surat Asy-Syams dan Surat Ad-Dhuha, nah berikut adalah bacaan dari kedua surat tersebut.

Surat Asy-Syams

Surah Asy-Syams sendiri merupakan surah ke 91 (sembilan puluh satu) dalam Al-Qur’an. Surah Asy-Syams terdiri atas 15 ayat, dan termasuk golongan surah makiyyah. Berikut adalah bacaan dari Surat Asy-Syams:

Tata Cara Sholat Dhuha Surat Asy-Syams

Surat Ad-Dhuha

Surat Ad-Dhuha sendiri merupakan surah ke 93 (sembilan puluh tiga) dalam Al-Qur’an. Surat Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat, surat ini termasuk golongan Surat Makkiyah. Berikut ini adalah bacaan dari Surat Ad-Dhuha:

Tata Cara Sholat Dhuha Surat Ad-Dhuha

Doa Sholat Dhuha

Tata Cara Sholat Dhuha Doa Sholat Dhuha
Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Setelah bro-sis menyelesaikan sholat dhuha atau setelah salam sholat dhuha, bro-sis bisa membaca doa sholat dhuha seperti gambar diatas. Tahukah kamu bro-sis? Doa Sholat Dhuha memiliki kandungan makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia loh. Baik untuk kepentingan di dunia maupun di akhirat kelak.

Yang jelas makna yang terkandung didalam doa sholat dhuha meliputi kesejahteraan kehidupan manusia di dunia serta bisa mengantarkannya menjadi hamba yang senantiasa taat kepada Tuhan. Cari tahu doa sholat dhuha selengkapnya di artikel berikut ini.

Baca juga: Keistimewaan Doa Sholat Dhuha

Hukum Sholat Dhuha

Hukum menunaikan sholat dhuha apa sih? Hukum Sholat Dhuha adalah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Kenapa begitu? karena Nabi Muhammad SAW sendiri melakukannya dan menjadikannya sebagai sebuah washiat.

Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu menceritakan: “Kekasihku Rasullullah SAW berwasiat kepadaku tiga hal yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga meninggal: Puasa 3 hari dalam sebulan (Ayamul Bidh), Hanya tidur jika telah mengerjakan sholat witir, dan 2 Rakaat Sholat Sunnah Dhuha”. (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari No. 1981. Muslim No. 721)

Keisitimewaan Sholat Dhuha

Artikel ini selain membahas mengenai Tata Cara Sholat Dhuha dengan benar, juga akan membahas keistimewaan dari Sholat Sunnah yang satu ini. Nah simak ulasannya berikut ini.

Keistimewaan sholat dhuha sering sekali disebutkan dalam beberapa hadits. Namun keistimewaan sholat dhuha yang populer ditelinga masyarakat adalah dimudahkannya rizki, ya salah satunya termasuk saya sendiri. haha

Betul gak ya kira-kira sholat dhuha memiliki keistimewaan tentang rizki?. Yuk coba simak keistimewaan sholat dhuha berdasarkan hadits Nabi SAW berikut ini.

1. Termasuk Sholat Awwabin

“Tidaklah seseorang menjaga sholat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Shalat Dhuha ini adalah Shalat Awwabin. (HR. Ibnu Khuzaimah)

2. Seperti Mendapat Pahala Haji & Umroh

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Anas bin Malik ra:

“Barang siapa yang melaksanakan shalat shubuh berjamaah kemudian ia duduk sambik berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia mengerjakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh”. (HR. Tirmidzi No. 586. Syaikh Al-Albani)

3. Sebagai Ganti Sedekah

4. Dicukupi Urusannya di Akhir Siang

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak adam, janganlah kamu tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang”. (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud No. 1289, At Tirmidzi No. 475, Ad Darimi No. 1451)

Baca juga:

Nah itulah artikel Badrul Mozila pada kali ini mengenai Tata Cara Sholat Dhuha Serta Keistimewaannya. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan teman-teman akan ilmu keagamaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.