Gotong Royong, Kunci Sukses Merdeka Dari Pandemi

Indonesia Bangkit Ilustrasi dari BadrulMozila com

Setiap bangsa di dunia ini berhak untuk hidup bebas atau merdeka, tak terkecuali bangsa Indonesia. Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia menjadi puncak perjuangan untuk bebas dan melepaskan diri dari ikatan atau tekanan penjajahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sudah hampir 76 tahun silam Indonesia telah merdeka dan bebas dari penjajahan. Namun di 2 tahun terakhir ini Indonesia kembali dijajah, bukan oleh bangsa lain melainkan oleh sebuah virus yang secara langsung menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Virus ini tidak hanya menyerang bangsa Indonesia, tetapi juga bangsa di dunia tak terkecuali Amerika Serikat yang seperti kita ketahui mereka memiliki teknologi yang canggih sekalipun.

Ya inilah Coronavirus Disease alias COVID-19 yang sudah menjajah Indonesia hampir 2 tahun lamanya.

Info Tentang COVID-19 Ilustrasi Dari BadrulMozila com

COVID-19 merupakan akronim dari Coronavirus Disease 2019, yaitu jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 dan diduga berasal dari hewan (yang belum diketahui jenis hewan pastinya). Karena sifatnya yang dapat menular dari hewan ke manusia maka Sars-CoV-2 ini disebut sebagai zoonosis. Penularan virus dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui percikan batuk/bersin (droplet) dan lebih rentannya lagi yaitu melalui kontak erat lebih dari 15 menit dalam ruangan tertutup dan jarak kurang dari 1 meter (Kemenkes RI, 2020).

Virus Corona adalah virus yang menyerang pernapasan penderitanya, sehingga gejala-gejala yang muncul adalah demam, batuk, sesak napas, dan hilang indra perasa/penciuman.

Proses penularan virus yang sangat cepat dan rentan menyebabkan kegiatan sosial bahkan perekonomian masyarakat Indonesia terganggu, sebab dengan adanya perkumpulan massa dalam suatu kegiatan akan memperparah proses penularan. Melihat pola penularan yang masif pada penyakit Covid-19 akhirnya pemerintah menegaskan untuk masyarakat melakukan social distancing serta Pembatasan Sosial Berskala Besar pada awal kasus ini masuk ke Indonesia dan program tersebut terus berlanjut hingga saat ini.

Dengan adanya kebijakan tersebut, sektor ekonomi merupakan sektor yang sangat terkena imbas dari pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 mulai terjadi PHK besar-besaran dengan jumlah lebih dari 1,5 juta pekerja dirumahkan dan terkena PHK. Terjadinya inflasi yang mencapai angka 2,96% year-on-year (yoy) juga merupakan dampak yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya dari sektor ekonomi, sektor pendidikan dan layanan publik lainnya menjadi terpaksa ditutup bahkan ada yang harus dihentikan permanen (Yamali dan Putri, 2020).

Terjadinya kemunduran perekonomian di Indonesia selama masa pandemi ini, pemerintah mengambil peran melalui Bank Indonesia untuk berusaha mempertahankan roda perekonomian yang sedang tidak stabil. Pada tahun 2020 perekonomian Indonesia menurun hingga 5% dan mungkin nilainya dapat menurun kembali jika pandemi ini terus berlangsung karena diprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi bangsa hanya akan meningkat hingga 2,5% saja jika pandemi berlangsung dalam jangka waktu yang lama (Yamali dan Putri, 2020).

Apabila diamati dari adanya pandemi ini bahwa sektor ekonomi adalah sektor yang sangat esensial bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Namun sebesar apapun usaha yang direncakanan pemerintah dan masyarakat untuk menegakkan kembali perekonomian dan terbebas dari pandemi akan berujung sia-sia jika penggerak ekonomi yaitu manusia berada pada kondisi yang tidak sehat atau terancam kesehatannya.

Bagaimana Vaksinasi COVID19 Menjadi Harapan Bagi Bangsa Indonesia ilustrasi dari badrulmozila com

Perlu adanya aksi untuk memberhentikan penyebaran virus atau fenomena pandemi ini dimulai dengan pematuhan protokol kesehatan secara ketat. Protokol kesehatan saja bukan menjadi hal yang cukup untuk dilakukan, poin pentingnya adalah penguatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat agar pandemi segera terhenti.

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 memiliki tingkat penularan yang tinggi dan telah memiliki beberapa jenis varian akibat mutasi spike RNA dari virus tersebut. Layaknya penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh virus, pencegahan dan penurunan tingkat keseriusan gejala dapat dilakukan dengan cara menghindari kontak erat dan melakukan vaksinasi.

Vaksin terutama untuk pandemi Covid-19 ini merupakan harapan besar seluruh umat manusia untuk melawan dan menghentikan penyebaran virus Sars-CoV-2 ini. Vaksin Covid-19 diproduksi dari berbagai sumber dan mekanisme. Salah satu teknologi pembuatan vaksin yang sangat tradisional yaitu dengan mematikan sel virus Sars-CoV-2 utuh atau melemahkan sel virus sehingga menimbulkan komponen antigen ke inang (tubuh manusia) dan memberikan efek imunologis kepada pasien (Makmun dan Hazhiyah, 2020).

Vaksin Covid-19 memang sepatutnya bisa menjadi harapan untuk merdeka dari pandemi yang berkepanjangan. Hal tersebut dapat disimpulkan berdasarkan uji klinis vaksin yang dilakukan terhadap 43.548 partisipan dimana 21.720 partisipan mendapatkan vaksin berjenis AstraZeneca sedangkan 21.728 disuntikkan dengan plasebo (komponen yang mirip vaksin aslinya dan digunakan untuk uji efektivitas).

Setelah 7 hari dari pemberian dosis kedua dinyatakan terdapat 8 kasus Covid-19 dari kelompok yang diberikan vaksin dan 162 kasus dari kelompok yang disuntikkan plasebo. Dari kuantitas tersebut dapat diketahui bahwa pemberian vaksin dapat memberikan peluang kepada setiap individu untuk tidak terinfeksi sebesar 95% (Polack dkk., 2020). Nilai tersebut secara nyata dapat memberikan jawaban bahwa vaksinasi memang dapat menjadi harapan agar masyarakat Indonesia bangkit dari masa pandemi yang berkepanjangan. Apabila vaksinasi dipatuhi oleh seluruh warga negara dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan maka pergerakan perekonomian dan sektor-sektor lain yang esensial seperti pendidikan akan segera bangkit kembali karena kerentanan penularan virus saat diperkumpulan telah berkurang.

Bagaimana Gotong Royong Bisa Menyelamatkan Kita Dari Pandemi?

Saling Gotong Royong dari badrulmozila com

Berdasarkan hasil uji klinis di atas memang pemberian vaksin masih menyisakan peluang sebesar 5% untuk dapat terinfeksi. Namun tingkat keparahan infeksi jelas sangat rendah bahkan tidak menimbulkan gejala (CDC, 2021). Pada dasarnya memang hampir tidak mungkin proteksi yang diberikan oleh vaksin saja tanpa terus menerapkan protokol kesehatan akan memberikan proteksi sebesar 100%.

Jika pemberian vaksin yang memiliki efikasi sekitar 60% telah dilakukan kepada 75% dari total penduduk suatu negara maka setidaknya tingkat efektivitas vaksin yang digunakan adalah 80% (Aditama, 2020).

Bayangkan, Jika..

Dampak Buruk COVID-19 Bagi Indonesia Ilustrasi Badrulmozila com

Seluruh penduduk Indonesia telah melakukan vaksinasi COVID-19, maka apa yang terjadi? Tentunya Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih tangguh, sehingga masalah-masalah yang ditakutkan masyarakat saat ini seperti lockdown, tidak bisa bebas nongkrong bareng teman-teman, tidak bisa pergi wisata, dsb bukan lah masalah lagi.

Namun hingga saat ini masih terdapat kelompok masyarakat Indonesia yang mempercayai bahwa pandemi Covid-19 adalah produk propaganda atau hoax yang hanya bertujuan untuk menebar keuntungan dan ketakutan sehingga mereka menolak jelas untuk melakukan vaksinasi. Beberapa masyarakat juga sangat meragukan keamanan dan kehalalan dari vaksin yang ada karena tidak diproduksi langsung oleh Indonesia sendiri. Adanya persepsi bahwa penyembuhan dan pencegahan infeksi Covid-19 tidak perlu muluk-muluk tentang protokol kesehatan dan vaksin namun mereka lebih cenderung mempercayai jalan spiritual saja.

Alasan-alasan yang dinyatakan oleh responden apabila dibandingkan dengan data tingkat penyebaran Covid-19 yang melakukan vaksinasi memang terdengar tidak masuk akal. Berdasarkan data, masyarakat yang bahkan telah melakukan vaksinasi masih memiliki kemungkinan untuk terinfeksi dalam keparahan gejala yang sangat rendah serta vaksinasi yang diberikan perlu untuk dilakukan booster atau vaksin ulang setiap tahunnya agar penyebaran benar-benar terhenti.

Dapat dibayangkan jika risiko seperti tersebut dialami oleh kelompok yang tidak mau menerima vaksin bukan karena adanya komorbid (penyakit penyerta) yang sangat kritis namun karena kurangnya kesadaran akan manfaat apabila melakukan vaksin.

Apabila hal ini terus dilakukan bahkan disebarkan dalam cakupan masyarakat yang lebih luas oleh kelompok anti vaksin maka penciptaan masyarakat Indonesia yang tangguh dan bangkit dari pandemi akan semakin memakan waktu.

Saya Sudah Vaksin

Prosedur Cara Mendapatkan Vaksinasi COVID19 dari badrulmozila com terbaru

Untuk mendukung Indonesia Bangkit, saya mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Tentara di Kota Semarang secara gratis, dan alhasil saya sudah mendapatkan vaksin kedua tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Bagaimana rasanya setelah mendapatkan vaksinasi, dan apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah vaksin? Jujur untuk perasaan ketika disuntik saya merasa tegang, karena jarum suntiknya cukup panjang. Nah dari segi kesehatan, alhamdulillah hingga saat ini saya merasa lebih sehat dan tidak mudah sakit.

Padahal sebelum mendapatkan vaksinasi pertama dan kedua, saya mudah pilek dan batuk. Sedangkan saat ini setalah saya mendapatkan vaksinasi pertama dan kedua saya tidak mudah sakit, padahal saya sering begadang untuk mengejar target kerja.

Alhasil apa? Saya mendapatkan keuntungan, dimana saya mendapatkan imun yang lebih dibandingkan sebelumnya. Sehingga secara tidak langsung saya bisa mengejar target deadline kerja saya tanpa terlambat.

Tentunya kita bisa mengambil contoh lomba yang populer dan sering kita selenggarakan disetiap menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, ya Panjat Pinang. Tentunya untuk menaklukan rintangan dari Panjat Pinang ada hal-hal yang perlu dilakukan. Hal terbesar untuk berhasil mencapai puncaknya adalah saling kerja sama dan mengenyampingkan ego.

Merdeka dari pandemi dengan gotong royong, ya inilah karakter masyarakat Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Saling membantu, menghargai satu sama lain sedari dulu tentunya mampu menyelamatkan Indonesia dan menjadikan bangsa ini lebih tangguh.

Bergerak Bersama, Ayo Gotong Royong!

Gotong Royong Kunci Sukses Merdeka dari Pandemi

1. Kerja sama, Gotong royong, Saling menghargai

Setinggi-tingginya pohon atau tiang “Panjat Pinang” sekalipun tidaklah ada apa-apanya jika kita saling kerja sama. Panjat pinang tak mungkin rasanya jika berhasil dipanjat oleh satu orang saja tanpa bantuan orang lain. Seperti yang kita ketahui, panjat pinang membutuhkan kerja sama untuk dapat mencapai puncak. Peserta harus menghilangan sifat egois untuk dapat mencapai puncaknya.

Begitu pula dengan keinginan bangsa Indonesia yang ingin merdeka dari COVID-19. Apalah arti program pemerintah untuk menanggulangi COVID-19 di Indonesia bila tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat di Indonesia.

2. Sampingkan Ego Pribadi

Jika saat ini kamu masih tidak percaya dengan program vaksinasi atau pandemi ini, setidaknya kamu tidak mengganggu atau setidaknya ikut berempati mengenai kondisi yang sedang melanda bangsa ini.

3. Ikut Pencanangan Vaksinasi

Vaksinasi sendiri merupakan pemberian vaksin guna meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus. Sehingga apabila suatu saat orang tersebut terpapar oleh kembali oleh virus yang sama tidak akan mengalami rasa sakit atau hanya mengalami gejala ringan saja, sehingga tidak menjadi sumber penularan.

Semakin cepat program ini dilakukan, semakin banyak masyarakat Indonesia yang telah menerima vaksin COVID-19, maka semakin cepat pula Indonesia pulih dan bisa beraktivitas normal seperti sedia kala.

4. Patuhi Protokol Kesehatan

Meskipun telah di vaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan untuk mengurangi resiko terpapar COVID-19 selama program vaksinasi diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

5. Jangan Mudah Percaya Berita Hoax

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung 2 tahun lamanya, hingga saat ini kabar yang menyesatkan justru masih ada yang beredar dikalangan masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui satgas COVID-19 sudah membantah berbagai berita yang menyesatkan tersebut.

Menurut pandangan saya pribadi, tidak mudah terhasut oleh berita-berita hoax yang menyesatkan merupakan salah satu kunci penting untuk menjadikan Indonesia lebih tangguh dan bisa merdeka dari COVID-19.

Seperti yang kita ketahui, pemerintah telah melakukan segala upaya untuk mencari jalan keluar dari pandemi. Namun apalah daya jika ada masyarakat yang lebih percaya berita hoax yang justru akan menghambat proses menuju Indonesia Bangkit.

Kesimpulan

Kita harus yakin bahwa Indonesia mampu bangkit, karena sejatinya Indonesia merupakan bangsa yang punya karakter kebersamaan, gotong royong, saling membantu dan menghargai satu sama lain. Ada banyak cara kita dalam mewujudkan gotong royong merdeka dari pandemi ini, salah satunya dengan memberikan informasi terbaru tentang pandemi kepada masyarakat luas. Salah satunya bisa melalui #LombaBlogUnpar melalui tulisan kita bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu saja, melalui hastag di media sosial kita juga bisa berbagi informasi dan bertukar pikiran kepada para penulis lainnya. Seperti halnya #BlogUnparGotongRoyong yang berisi mengenai informasi gotong royong yang perlu dilakukan oleh masyarakat Indonesia supaya bisa merdeka dari pandemi. Berturak pikiran, informasi akan menjadikan dan bisa melengkapi kekurang informasi yang ada pada artikel atau tulisan kita. Sehingga masyarakat Indonesia bahkan dunia mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menyesatkan.

Sumber Referensi:

  • Aditama, T.Y. 2020. Covid-19 dalam tulisan Prof. Tjandra. Jakarta : Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan.
  • CDC. 2021. Possibility of Covid-19 Illness After Vaccination. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/effectiveness/why-measure-effectiveness/breakthrough-cases.html Diakses 4 Agustus 2021
  • Kemenkes, ITAGI, UNICEF, dan WHO. 2020. Survei Penerimaan Vaksin Covid-19 di Indonesia. Jakarta : Kemenkes
  • Makmun, A. dan Hazhiyah, S.F. 2020. Tinjauan terkait pengembangan vaksin Covid-19. Molucca Medica. 13(2) : 52-59
  • Polack, F. P. dkk. 2020. Safety and efficacy of the BNT162B Mrna Covid-19 Vaccine. The New England Journal of Medicine. 383(27) : 2603-2615
  • Putri, R.N. 2020. Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Universitas Jambi. 20(2) : 705-709
  • Yamali, F.R. dan Putri, R.N. 2020. Dampak Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia. Journal of Economics and Business. 4(2) : 384-388