Masa Depan Bumi di Tangan Kita, Ayo Peduli Lingkungan!

Ayo Peduli Lingkungan Untuk Bumi Lebih Baik

Disadari atau tanpa disadari, manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah terlepas dari kegiatan pencemaran lingkungan. Mulai dari penggunaan sabun ketika mandi, penggunaan kendaraan yang menimbulkan asap, hingga penggunaan plastik pada saat berbelanja. Kesemua hal tersebut, setiap harinya menimbulkan limbah yang tidak terolah dengan baik, serta polusi yang pada akhirnya akan merusak lingkungan.

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan suatu kewajiban dari setiap orang. Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan saja, akan tetapi juga berkaitan dengan kesehatan. Lingkungan yang bersih dalam hal ini dapat memberikan kesan yang indah, serta bebas dari penyakit. Sebaliknya, lingkungan yang kotor akan menciptakan rasa tidak nyaman, dan juga mendatangkan berbagai macam musibah.

Meskipun begitu, sangat disayangkan bahwa kesadaran akan kebersihan lingkungan ini tidak menjadi agenda penting setiap individu, terutama berkaitan dengan tanggung jawab akan sampah. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyak dari kita yang menganggap remeh permasalahan sampah ini. Padahal, sudah banyak kode-kode yang diberikan oleh bumi, sebagai penanda bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.

Tragedi Leuwigajah

Musibah yang memakan korban jiwa pada bencana longsor di TPA Leuwigajah, Jawa Barat akibat ledakan gas metana dari tumpukan sampah, merupakan salah satu peringatan yang nyata terhadap seluruh umat manusia sebagai penghuni bumi, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

Bumi sebagai rumah dari para umat manusia, telah berusia sekitar 4,54 miliar tahun. Adapun manusia itu sendiri, telah menghuni bumi sejak 300 ribu tahun yang lalu. Seiring perkembangan zaman, dengan berbagai inovasi dan teknologi, manusia di bumi terus menghasilkan sampah, terutama sampah plastik yang semakin menumpuk.

Pada tahun 1950 sampah plastik yang dihasilkan dunia adalah sekitar 2 juta ton setiap tahunnya. Namun pada tahun 2015, angka sampah plastik ini telah meningkat sekitar 190 kali lipat, yakni sebanyak 380 juta ton per tahunnya. Indonesia sendiri, pada tahun yang sama menghasilkan sekitar 490 ribu ton sampah plastik.

Permasalahan ini jika terus dibiarkan akan mengancam keberadaan bumi beserta manusia dan seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Studi ilmiah kemudian memperkirakan bahwa pada tahun 2040 nanti, sekitar 1.3 miliar ton sampah plastik akan menutupi permukaan bumi, apabila tidak dilakukan perubahan ataupun langkah pencegahan mengenai permasalahan sampah ini. Hal ini kemudian menggambarkan bahwa permasalahan sampah plastik di rumah tercinta kita, semakin berada di luar kendali.

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman dan mendatangkan berbagai macam penyakit, sampah juga berpotensi menimbulkan bencana-bencana alam dalam skala yang besar. Bencana alam seperti banjir, longsor, serta kebakaran hutan telah lama mengancam kesejahteraan dunia, termasuk negeri kita Indonesia. Sampah yang dibuang secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab, terutama yang berjenis plastik, kemudian banyak memenuhi sungai dan saluran-saluran air lainnya. Hal ini kemudian akan menimbulkan bencana yang tentunya akan mendatangkan kerugian bagi banyak pihak.

Tidak hanya itu, sampah juga mencemari setiap aspek kehidupan kita, mulai dari pencemaran akan tanah sehingga menyebabkannya sulit untuk digunakan bercocok tanam, mencemari air dengan limbah maupun zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan keracunan, serta mencemari udara yang dapat memicu penyakit pernapasan dan juga kanker.

Dan perlu diingat pula, yang merasakan kerugian dari pencemaran sampah ini tidak hanya kita manusia saja, akan tetapi makhluk hidup lainnya seperti tumbuh-tumbuhan, maupun ikan-ikan di lautan yang banyak terjerat sampah plastik.

Dampak buruk dari sampah plastik merupakan salah satu momok paling menakutkan terkait dengan keberlangsungan bumi kita tercinta. Bagaimana tidak, sampah plastik mengandung banyak ancaman yang berbahaya, seperti memicu perubahan iklim akibat proses produksinya yang menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Tidak berhenti sampai di situ, bahaya dari sampah plastik lainnya datang dari sifatnya yang sulit terurai. Seperti yang kita ketahui bersama, sampah akan diuraikan oleh mikroorganisme tertentu. Namun pada kasus sampah plastik, mikroorganisme ini akan menemui kesulitan dalam proses penguraian. Bahkan, mikroorganisme ini akan membutuhkan waktu sekitar ratusan bahkan ribuan tahun untuk dapat mengurai plastik, termasuk beberapa di antaranya yang memiliki klaim ‘ramah lingkungan’. Plastik-plastik dengan klaim ramah lingkungan ini justru akan dapat dengan mudah mencemari lingkungan, karena jenis ini akan terurai menjadi mikro plastik.

What You Can Do About It!

Sampahku ya tanggung jawabku! Penjelasan sebelumnya, mungkin telah memberikan pencerahan kepada kita semua, bahwa permasalahan sampah bukanlah suatu hal yang bisa dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. Kita tidak bisa hanya duduk diam berpangku tangan dan menyerahkan tanggung jawab akan persoalan sampah ini kepada mereka-mereka pegiat lingkungan, ataupun pemerintah suatu negara. Mengapa? Karena permasalahan sampah ini sudah bukan permasalahan golongan atau negara tertentu saja, akan tetapi merupakan permasalahan kita bersama.

Siapapun itu, dari negara manapun ia, tidak peduli apa ras dan suku bangsanya, selama ia tinggal di bumi, maka permasalahan sampah akan menjadi permasalahannya juga. Setiap manusia di bumi ini, akan merasakan dampaknya apabila permasalahan sampah tak kunjung selesai. Selain itu, perlu diketahui bahwa pula bahwa, permasalahan sampah di dunia ini sudah sangat kompleks, dan oleh karenanya, gerak dari segelintir orang saja tentu tidak akan cukup. Oleh karena itu, setiap warga dunia harus dapat bahu membahu dan bersama-sama meningkatkan kesadaran dan mulai bergerak dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Hal ini pun bisa dilakukan dengan mudah, dimulai dengan memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar kita. Sekecil apapun itu, sejatinya kontribusi yang kita berikan dapat memberikan dampak yang begitu besar terhadap kelangsungan bumi sebagai rumah kita. Lalu apa saja hal yang bisa dilakukan? Simak penjelasan berikut ini.

1. Katakan “tidak” pada buang sampah sembarangan

Hal sederhana yang dapat dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan mulai membuang sampah pada tempatnya. Meskipun hal yang satu ini terkesan kecil, namun dampak yang diberikan ternyata akan sangat besar, terutama jika hal ini diterapkan oleh seluruh umat manusia di bumi ini. Dengan membuang sampah pada tempatnya, lingkungan akan terlihat lebih rapi dan indah, dan tentunya bebas dari penyakit. Selain itu, membuang sampah pada tempatnya akan memudahkan pihak selanjutnya seperti petugas, dalam mengelola sampah tersebut.

Ya, sampahku tanggung jawabku, sampahmu tanggung jawabmu, dan menjaga bumi adalah tugas kita bersama bukan?! Nah buat kamu yang memiliki banyak sampah anorganik kertas (HVS, karton, kardus) maupun sampah anorganik non-kertas (kaca, logam, plastik, sachet, karet, tekstil) namun bingung mau dibuang kemana? Jangan khawatir, karena ada Waste 4 Change.

2. Bergotong-royong membersihkan lingkungan

Seorang diri membersihkan lingkungan dari sampah yang banyak, mungkin akan terasa berat, namun berbeda jika hal ini dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu, ada baiknya upaya membersihkan lingkungan ini dilakukan secara bersama-sama dengan bergotong-royong. Kebiasaan gotong-royong membersihkan lingkungan, merupakan salah satu kebiasaan baik bangsa Indonesia yang telah dilakukan sejak dulu. Mungkin kamu pernah turut serta dalam kegiatan ini, baik itu selama di sekolah, maupun di lingkungan tempat tinggal. Dan mungkin kamu juga tahu betapa menyenangkannya bekerja bersama-sama, sambil bercerita dan tertawa dengan yang lainnya.

3. Terapkan metode 3M

Untuk memudahkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, hal kecil lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan mempraktikkan metode 3M. 3M ini terdiri dari, Memisahkan jenis sampah, Mendaur ulang sampah, serta Meremukkan sampah. Ketiga hal yang dapat dengan mudah dilakukan oleh setiap orang ini, merupakan kunci dari terciptanya lingkungan yang lebih bersih, dan terhindar dari sampah. Dengan menerapkan metode ini, pengelolaan sampah akan dapat dengan mudah dilakukan, sehingga jumlah sampah yang mencemari bumi juga akan semakin terkurangi.

4. Berpartisipasi dalam kampanye cinta lingkungan

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, membersihkan lingkungan dari sampah yang begitu banyak seorang diri mungkin akan terasa sulit dan melelahkan. Dalam hal ini, sebagai bagian dari generasi muda, hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menciptakan atau pun ikut serta kampanye-kampanye yang kreatif dan inovatif untuk menimbulkan kesadaran cinta lingkungan di antara masyarakat. Sebagai contoh adalah kampanye-kampanye cinta lingkungan di sosial media, mini challenge berhadiah untuk membersihkan lingkungan sekitar, serta pameran kesenian yang terbuat dari sampah-sampah plastik. Selain menyenangkan, kampanye-kampanye ini terbukti ampuh dalam meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.

5. Stop menggunakan plastik ketika berbelanja

Selain digunakan sebagai kemasan, plastik juga kerap kali digunakan sebagai tempat menyimpan belanjaan. Praktik ini adalah salah satu praktik yang menyebabkan semakin banyaknya tumpukan sampah plastik di muka bumi. Oleh karena itu, sebagai bentuk kesadaran akan lingkungan, mulai mengganti plastik dengan wadah lainnya ketika berbelanja merupakan salah satu kontribusi kecil yang memiliki dampak yang cukup besar. Berkaitan dengan hal ini, sempat viral kampanye pengurangan sampah plastik di Thailand, sebagai bentuk kepatuhan atas peraturan yang melarang penggunaan plastik ketika berbelanja. Warga Thailand pada saat itu berbagi momen lucu, di mana mereka menggunakan berbagai macam barang seperti koper, ember, panci, karung, bahkan gerobak pasir, untuk mengangkut barang-barang belanjaan.

Itu dia beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai wujud dari tanggung jawab dan kepedulian kita akan bumi dengan berbagai macam persoalan lingkungannya. Manusia sebagai satu-satunya makhluk hidup di muka bumi ini yang dianugerahi dengan akal dan pikiran, diharapkan dapat menjadi pionir yang dapat menyelesaikan persoalan sampah yang semakin meresahkan ini.

Permasalahan kompleks ini sejatinya dapat diatasi dengan baik dan mudah oleh siapa saja. Satu hal yang perlu diingat, bahwa kunci dari permasalahan pencemaran lingkungan dan penanggulangan sampah pada dasarnya adalah dengan mengurangi. Sebelumnya mungkin telah dijelaskan bahwa, setiap aspek dalam kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari persoalan sampah.

Dalam hal ini, langkah awal yang perlu dilakukan secara bertahap adalah dengan mengurangi. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan barang-barang plastik, mengurangi kebiasaan buang sampah sembarangan, mengurangi sikap acuh tak acuh terhadap permasalahan lingkungan yang mengancam keberlangsungan bumi, dan masih banyak lagi.

Tentunya kelima hal tersebut sangat mudah bila dilakukan oleh setiap insan manusia. Tapi buat kamu yang belum terbiasa dengan mengelola sampah dengan bijak, kamu bisa bergabung dengan Waste4Change.

Apa itu Waste4Change?

Tahukah kamu? Waste4Change merupakan perusahaan pengelolaan sampah yang memiliki misi dalam mengurangi sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA). Waste4Change pertama kali tercetus dari diskusi antara PT Greeneration Indonesia dengan PT Bumi Lestari Bali (Ecobali). Hingga saat ini Waste4Change terus menciptakan program dan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan bijak.

Bukan hanya itu saja, Waste4Change juga telah mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya adalah penghargaan sebagai The Most Responsible Company dari World’s Most Valued Business (MVB) Indonesia pada tahun 2019.

Dan seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, bahwasanya Waste4Change memiliki program atau layanan untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik. Tentunya kamu sebagai masyarakat individu juga bisa menggunakan layanan tersebut. Sebagai waste management Indonesia, waste4change terus berupaya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang ada di Indonesia mengenai bagaimana mengelola sampah dengan bijak..

Mengenal Layanan Waste4Change

Layanan yang saya maksud diatas adalah Recycle With Us, dimana layanan ini bisa digunakan oleh masyarakat individual. Layanan yang diberikan oleh Waste4Change ini memudahkan kamu dalam melakukan daur ulang sampah anorganik secara bertanggung jawab. Sehingga dengan menggunakan layanan ini, diharapkan kamu tidak lagi mengirimkan sampahmu ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPA.

Tahukah kamu? Recycle With Us dari Waste4Change telah diikuti oleh 3.200 pengguna untuk mengikuti program daur ulang. Dari program ini, Waste4Change dan pengguna berhasil mendaur ulang sampah sebanyak 27.000 kilogram. Tentunya hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dalam mengelola sampah yang kamu ciptakan dari aktivitas sehari-hari kamu.

Akhir kata, dapat dipahami bahwa kepedulian akan lingkungan dan persoalan sampah ini, merupakan bukti cinta serta rasa syukur kita kepada Tuhan YME, yang telah memberikan tempat tinggal terbaik bagi manusia, yaitu bumi dengan kekayaannya yang melimpah. Kekayaan ini perlu untuk terus dijaga dan dipelihara, agar dapat dinikmati pula oleh generasi-generasi mendatang. Oleh karena itu, marilah kita mencintai bumi ini, sebagaimana kita mencintai diri sendiri.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021. Nama penulis: Muchammad Badrul Muhayad”